banner 560

AGMAK Malut Desak Polda Usut Dugaan Korupsi Dinas Pertanian Tikep

  • Bagikan
Desak Polda Malut Usut Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Maluku Utara (Foto : Istimewa)
banner 560

TERNATE – Aliansi Gerakan Muda Anti Korupsi (AGMAK) Malut mendesak kepada penegak hukum segera usut tuntas kasus korupsi bantuan sosial dan penjualan pupuk 11 ton yang melibatkan kepada saudara Imran Jasmin selaku kadis pertanian Tidore kepulauan yang telah melakukan korupsi untuk memperkaya dirinya.

Aziz menilai bahwa tindakan tersebut telah mencederai roda pemerintahan Tidore kepulauan sehingga itu kami meminta Walikota segara mencopot kadis pertanian Saudara Imran Jasmin karena telah memperalat jabatan untuk memperkaya dirinya sendiri.Aziz Abubakar.Dalam paparannya.

AGMAK Malut. Menilai bahwa Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota Tidore Kepulauan berinisial IM alias Imbran Jasmin Kepala Dinas Pertanian Tidore Kepulauan ( Tikep) diduga kuat terlibat kasus korupsi proyek bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat dan Tani.

Dugaan dan indikasi terjadi praktek pelanggaran surat dengan memperkaya diri sendiri, atas penyaluran anggaran bantuan sosial (Bansos) kepada kelompok tani di Tidore kepulauan pada tahun 2020.ungkap Aziz Abubakar Saat Berorasi di depan Dirkrimsus Polda Malut.Senin (20/9/2021).

Dikatannya, bahwa penyaluran bansos tersebut semestinya diberikan secara tunai atau Cash oleh dinas pertanian selakau pengelolaan anggaran Bansos kepada penerima (pihak Kelompok Tani) akan tetapi yang terjadi adalah Oknum di dinas pertanian Tidore Kepulauan yang diduga kuat telah mencairkan anggaran Bansos tersebut sudah dalam bentuk barang bukan uang tunai,selain itu juga atas penyaluran sirius juga atas penyaluran bantuan subsidi pupuk sebanyak 11 ton yang mestinya dinas Tidore kepulauan memberikan secara gratis kepada kelompok tani dan masyarakat tetapi ada Oknum tertentu diduga kuat telah secara sengaja menjual kepada masyarakat kelompok tani.

” Dia berikan sudah dalam bentuk barang bukan dalam bentuk tunai dan terjadi penjualan pupuk sebanyak 11 ton kepada masyarakat Tani ” ujar Aziz

AGMAK Malut juga mendesak kepada kejaksaan Tinggi Kejati Malut segara tindak lanjut atas kasus jual beli pupuk dan bantuan sosial bansos yang melibatkan kadis pertanian Tidore Kepulauan.

Jaul beli tersebut diduga telah dilakukan oleh kepada dinas pertanian Tidore kepulauan pada tahun 2020 kepada masyarakat.pungkas Sartono Dalam Orasinya di depan kantor Penegak hukum Kejaksaan Tinggi Malut. (*)

  • Bagikan