HALSEL – Plt Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Selatan, Irfan Abdurahim dan Sekretaris Ananta Rizky Raya Perdana Sidik berkeinginan menyatukan tiga kubu KNPI menjadi satu, menyusul perpecahan yang selama ini terjadi pada tubuh organisasi kepemudaan tersebut.
“KNPI ini beberapa kali dipecah belah akibat intervensi dan sekarang kesempatan bagi kita untuk memperbaiki ini dengan Musda yang akan kita gelar sehari dua nanti,” kata Irfan Abdurahim melalui konfrensipers di Kedai Katu,Jumat (8/10/21) kemarin.
Irfan bilang, KNPI Halsel dalam waktu dekat selain membentuk Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) juga akan menggelar Musda guna memilih ketua.
Dia menyebut, KNPI di Halsel ada tiga versi, yang satunya diketuai oleh Fahrizal Rahmadi, Husen al-Hadad dan dirinya (Irfan -red)
“Saya akan menyurat ke mereka, yakni Bung Fahrizal dan Bung Husen untuk mengelar Musda Bersama kita akan bersaing pada pemilihan nanti,” ujar Ivan Pers sapaan PLT Ketua KNPI Halsel Ifan Abdurahim.
KNPI Halsel lanjut Irfan, harus terbebaskan dari kepentingan dan campur tangan pihak eksternal serta pemuda Halsel harus memiliki prinsip, sikap maupun pendirian yang kuat.
Sementara Sekretaris KNPI Halsel, Ananta Rizky Raya Perdana Sidik juga berbicara soal kemajuan dan kemandirian pemuda Halsel yang harus disertai sumber daya manusia berkualitas, siap kerja, serta produktif menghadapi tantangan kedepannya.
Hal lain yang menjadi perhatian putra sulung Bupati Halsel ini, yakni meningkatkan ketangguhan, daya saing, kontribusi pemuda dalam kegiatan daerah, mempersatukan keberagaman dan kesetaraan hak maupun kewajiban dalam berorganisasi.
Untuk hubungan eksternal, Rizky Perdana Sidik akan memperkuat jalinan komunikasi dengan organisasi kepemudaan lainnya dan mendukung program pemerintah dalam kepentingan Halsel senyum sebagai mitra, serta terbebas dari konflik kepemudaan.
Risky juga bertekad akan membawa pemuda Halsel pada kemandirian yang berintegritas, turut serta memakmurkan kehidupan berorganisasi melalui karyanya.
“Saya ingin menjadikan perpecahan di tubuh organisasi KNPI Halsel ini sebagai pengalaman sekaligus pelajaran sehingga tidak perlu terjadi lagi konflik internal,” harap Ananta mengakhiri. [Ilo/Humas KNPI]