banner 560

Pelaku Usaha Dukung Program SITOLAUT

  • Bagikan
Kepala KUPP kelas II Babang (Kasyahbandar) Kabupaten Halmahera Selatan, Rosihan Gamtjim, SE, M. Si. || Foto : ILO Info Malut
banner 560

BABANG, Infomalut.com | Tim Teknis Direktorat Lalulintas dan Angkutan Laut, Ditjen Perbubungan Laut, Kementerian Perhubungan kembali melakukan sosialisasi aplikasi Sistem Informasi Tol Laut (SITOLAUT), Minggu (17/10/21) di Aulla terminal penumpang pelabuhan Babang.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM), Kepala dinas Perhubungan, Kepala Kantor UPP Kelas II Babang, Camat Bacan Timur, Camat Gane Barat dan puluhan pelaku usaha yang berkegiatan di pelabuhan Babang dan Saketa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Selatan, Maslan Hi. Hasan, saat membuka secara resmi kegiatan sosialisasi menyampaikan, sejak menjabat Kepala Disperindagkop-UKM Kabupaten Halsel 6 tahun lalu, tol laut ini sudah bicarakan namun belum terealisasi.

“Sampai tahun 2021 ini dibawah kepemimpinan Bupati Usman Sidik dan Kepala UPP Kelas II Babang, Rosihan Gamtjim, barulah keinginan akan hadirnya tol laut bisa segera terealisasi,” sebut Maslan dalam sambutannya

Maslan berharap, hadirnya tol laut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pengusaha yang ada di Halsel untuk mendistribusi potensi-potensi daerah.

“Potensi daerah harus dimanfaatkan secara baik. Sehingga begitu tol laut datang lalu kembali dapat mengangkut potensi daerah yang sudah digarap. Jangan begitu datang dan pulang tidak bawah apa-apa, itu percuma. Maka dari itu, mari kita sama-sama memanfaatkan tol taut ini,” ajak Maslan

Sementara itu, Kepala KUPP kelas II Babang (Kasyahbandar) Kabupaten Halmahera Selatan, Rosihan Gamtjim, SE, M. Si, menyampaikan, tol laut merupakan salah satu program Presiden Joko Widodo dibidang transportasi laut.

Tujuan dari SITOLAUT kata Rosihan, agar barang yang ada di wilayah Indonesia barat dan Timur bisa terdistribusi sampai ke daerah-daerah dan menurunkan disparitas harga antar wilayah.

Sesi Foto Bersama Usai Kegiatan Sosialisasi Aplikasi SITOLAUT.

Dia, (Rosihan-red) menyebut, pentingnya mengenalkan aplikasi SITOLAUT ini kepada pelaku usaha.

“Karena pelaku usaha jika mengirim barang atau menerima barang melalui kapal program tol laut ini, wajib menjadi member melalui aplikasi,” ungkapnya

Karena program ini lanjutnya lagi, berbasis online berbeda dengan pengiriman barang secara manual.

“Sebelum program ini diberlakukan tahun 2022 untuk pelabuhan Babang dan Saketa, sehingga kehadiran tim tekhnis dari kementerian perhubungan untuk memberi gambaran penggunaan aplikasi tersebut,” ucap Rosihan

Rosihan bilang, Program tol laut ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk mengekspor potensi alam sehingga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan income perkapita masyarakat atas potensi unggulan daerah.

“Selama ini dapat dibayangkan, kontener reguler harganya berkisar 17-20 juta. Insya Allah, adanya tol laut ini merupakan program berbasis subsidi, sehingga pembayarannya kurang dari 10 juta,” tuturnya

Masih katanya, untuk pelabuhan Babang dan Saketa, pihaknya sudah menyampaikan laporan ke pemerintah pusat dan akan action di tahun 2022.

“Sementara ini kami harus rampungkan usulan-usulan dari daerah, kebutuhannya seperti apa, karena ini menyangkut dengan penggunaan anggaran. Kegiatan sosialisasi tadi juga sangat direspon oleh seluruh pelaku usaha. Mereka berharap secepatnya program ini dijalankan. Mudah-mudahan di setujui supaya secepatnya jalan,” pungkas Kepala Kantor UPP Kelas II Babang.

Senada, Bambang Priyatna, Tim tekhnis Aplikasi SITOLAUT Barang dan Ternak Dirjen Perhubungan Laut menyampaikan, untuk aplikasi ini sangat membantu masyarakat.

“Di daerah timur ini pengguna aplikasi masih agak sulit dijangkau, maka dengan adanya aplikasi tol laut dan integrasi aplikasinya pun kedaerah timur sudah bisa kita koneksi lewat internet, web maupun mobile,” ujar Bambang

Bamabang menyebut, untuk pengguna jasa tol laut aplikasinya sudah bisa diakses lewat web maupum mobile.

“Disparitas harga juga terjangkua,” singkatnya mengakhiri

[Ilham]

  • Bagikan