banner 560

Tarif Angkutan Variatif, Ini Respon Dishub Halsel

  • Bagikan
Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ahmad Rajak, SKM, M. Kes. [Foto : Ilham ]
banner 560

HALSEL, Infomalut.com | Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Halmahera Selatan akhirnya merespon keluhan masyarakat terkait dengan tarif angkutan umum rute Labuha-Babang.

Pasalnya, tarif angkutan terbilang sangat variatif dan tidak sesuai dengan ketentuan harga berdasarkan peraturah Bupati.

Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Ahmad Rajak menyampaikan, terkait dengan keluhan masyarakat pihaknya telah menyiapkan agenda rapat dengan organda dan Disperindagkop kaitannya dengan harga minyak di premium yang dianggap langka.

“Beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat dan batas waktu sudah ditentukan. Karena ini program nasional jadi kita tidak bisa menunda batas waktunya tanggal 24 Oktober. Pak Bupati sudah menegaskan agar tarif yang lama sudah harus dievaluasi kembali, sesuai dengan variatifnya harga BBM,” tutur Kadis, Senin,(18/10/2021) saat ditemui diruang kerjanya

Menurutnya, batas waktu 24 Oktober 2021 pihaknya harus menyiapkan dokumen untuk pembahasan kenaikan tarif angkutan sesuai dengan arahan Bupati.

“Biasanya kenaikan tarif angkutan secara Nasional dipicu oleh kenaikan harga BBM secara nasional pula. Dari dinas sendiri sudah menyiapkan draf untuk kesiapan pembahasan kenaikan tarif angkutan naik berapa persen sudah dikalkulasi sesuai dengan harga minyak. Besok kita akan melakukan rapat dengan Sekda, Asisten 2, Asisten 3, Organda dan Kabag Hukum untuk kita satukan persepsi barulah kita kelurkan edaran. Sebelum tanggal 24 semuanya harus sudah selesai dan ditandatangani oleh pak Bupati,” singkatnya

Sementara, Kabid Angkutan dan Sarana, Saldi Husen menyebut, pihaknya telah diundang rapat dalam rangka membicarakan penyesuaian tarif angkutan.

“Besok kita diundang untuk rapat membicarakan terkait penyesuaian tarif angkutan. Karena sekitar 2 atau 3 minggu lalu kita juga mendapat keluhkan dari sopir-sopir terkait dengan BBM Subsidi yang katanya sopir tidak lagi mendapatkan jatah BBM bersubsidi sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat yang katanya akan dihilangkan jenis BBM subsidi. Maka kami akan menyesuaikan dengan harga minyak yakni jenis petralite,” sebut Saldi

Saldi bilang, saat ini keluhan masyarakat menyangkut dengan tarif angkutan yang begitu variatif merupakan kebijakan para sopir sendiri.

“Sesuai dengan surat keputusan Bupati, sebelumnya tarif angkutan rute Babang Labuha seharusnya 8 ribu akan tetapi di lapangan naik 10 ribu itu tarif siang. Untuk malam sendiri sudah dari dulu biasnya harga angkutan bahkan sampai diatas 20 ribu. Padahal dalam setiap kali rapat kami sering sampikan bahwa tolong dengan sewajarnya,” kesal Saldi

Senada, Rahman Kepala Seksi Angkutan dalam Trayek, membantah aturan tarif malam dan siang.

“Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Nomor 200 tahun 2014, tarif angkutan untuk rute babang labuha yaitu Rp 7.720 di bulatkan jadi Rp 8.000. Terjadi dilapangan sopir angkot menaikan tarif seenaknya dengan harga Rp 10.000. Jadi tidak ada tarif malam dan siang, semuanya sama sesuai dengan ketentuan,” jelas Rahman membantah

Menurutnya, terkadang penumpang juga tidak memahami trayek sehingga meminta sopir menurunkan penumpang hingga di depan rumah.

“Inilah yang membuat sehingga kadang-kadang pemberlakuan harga tidak sesuai,” tambahnya.

Masih kata Rahman, besok Dishub dan pihak terkait melaksanakan rapat menyangkut dengan pemberlakuan tarif angkutan yang tidak sesuai.

“Hasil rapat akan langsung ditindaklanjuti biar pemerataan tarif dapat berjalan dengan normal,” akhirnya.

[Ilham]

  • Bagikan