banner 560

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Lusuo Morotai

  • Bagikan
Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Lusuo Morotai
Napak Ruas Jalan du Desa Lusuo Morotai Yang tak di perhatikan PEMDA Morotai (Foto : La Ode Madelis)
banner 560

MOROTAI – Kondisi jalan di Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara, butuh perhatian khusus  Pemerintah Daerah Pulau Morotai, sebab jalan rabat beton atau setapak tersebut sejak lama rusak namun takunjungi diperbaiki.

Salah seorang warga Desa Lusuo Ismit Simuda ketika dihubungi InfoMalut.com Rabu (13/10/2021) via Messengger  mengatakan, jalan setapak dalam kampung yang saat ini kondisinya sangat parah dan bahkan hampir setiap saat dikeluhkan warga setempat, mestinya sudah ada respon dari pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai.

” Sudah rusak sejak lama namun PEMDA sekan tutup mata, buktinya selama ini jalan tak pernah di perbaiki layaknya Desa-desa tetangga,” ujar Ismit.

Keluhan juga disamoaikan Abdul Simuda warga Desa Lusuo ketika ditemui InfoMalut.com di Kota Daruba, ia mengatakan, kondisi jalan setapak Desa Lusuo yang saat ini sangat memprihatinkan warga.

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Desa Lusuo Morotai
Kondisi Jalan Rusak di Desa Lusuo Kecamatan Morotai Utara (Foto : La Ode Madeluis)

Menurutnya, Desa Lusuo berbeda jauh dari Desa – desa tetangga atau sekitar, semisalnya Desa Korago dan Pangeo Toawara yang sudah dibangun pihak PUPR Morotai yang sebelumnya konstruksi Rabat Beton atau Setapak, kemudian kini sudah di aspal butas,” kata Abdul.

Dia  (Abdul Simuda) juga menuturkan, pembangunan jalan aspal dalam Desa di Kabupaten Pulau Morotai, sudah hampir sebagian besar di Aspal, namun Desa Lusuo hingga saat ini tidak disentuh Pemerintah Pulau Morotai.

” Pembangunan jalan disetiap Desa yang berada di Kabupaten Pulau Morotai 88 Desa, sudah menjadi program PEMDA Morotai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Namun, dalam management distribusi pembangunannya dinilai pilih kasih,” cetus Abdul.

” Harusnya ada standar atau variabel yang dipakai. Misalnya, Desa yang harus diutamakan adalah Desa yang memiliki populasi pertumbuhan penduduk yang lebih besar atau banyak, dan potensi sumber daya alam dan manusia yang lebih besar dibanding Desa lain, apalagi Desa yang sudah lamah aspal butas adalah Desa tetangga sendiri, dan lebih kecil bahkan sumber dayanya masi unggul Desa Lusuo,” jelasnya.

  • Bagikan