banner 560

BPBD Sula Pantau 15 Rumah Di Desa Nahi

  • Bagikan
Kepala BPBD Kepulauan Sula, Buhari Buamona saat memantau kondisi abrasi di desa Nahi. || Foto : Ano
banner 560

SANANA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memantau Desa Nahi, Sulabesi Barat, Jumat (03/12/21)

Pasalnya, Desa Nahi merupakan lokasi paling terdampak dari cuaca buruk dalam beberapa hari lalu.

Pantauan infomalut.com, terdapat rumah warga yang berada tepat di pesisir pantai dihantam ombak. Ini membuat masyarakat setempat merasakan tidak nyaman dan keselamatan mereka terancam.

Sebab, wilayah ini sering terjadi abrasi sehingga menyebabkan rumah warga mengalami kerusakan setelah dihantam ombak.

Kepala BPBD Kepulauan Sula, Buhari Buamona, menyampaikan bahwa abrasi di Desa Nahi bukan masalah baru tetapi terjadi sejak lama.

“Abrasi yang terjadi di Desa Nahi sudah sangat parah, serta sering terjadi ketika cuaca buruk dan ancaman laut sangat berbahaya buat masyarakat,” sebut Buhari.

Abrasi pantai di desa Nahi, Kecamatan Sulabesi Barat. || Foto : Ano

Diakuinya, tahun 2021 ini yang paling terparah, karena sejauh ini sekitar 15 rumah yang kena dampak akibat cuaca buruk.

“Dari sekian rumah yang rusak tercatat saat ini dua rumah kategori rusak berat,” ungkap Buhari

Ia juga mengatakan, bencana tersebut tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian berupa harta benda tidak dapat diamankan karena dihantam ombak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar waspada bencana, baik di darat maupun di laut, saat ini cuaca di Sula kurang membaik, jadi kita harus waspada untuk dapat melindungi diri serta keluarga dari bencana,” pungkasnya.

Senada, Kepala Desa Nahi, Fahri Bilmona, juga membenarkan ada dua rumah yang mengalami rusak berat.

“Tidak ada korban jiwa, tapi korban harta sekitar Rp 10-20 juta. Kami berharap setelah pemerintah daerah melalui BPBD sudah turun cek langsung di lokasi ini, secepatnya ada langkah agar masyarakat saya juga bisa merasa aman. Kalau tidak setiap musim ombak begini tetap saja warga mengungsi ke rumah warga yang lainnya,” singkatnya. (*)

  • Bagikan