banner 560

Korupsi Anggaran Desa, 15 Kades Terancam Di Penjara

  • Bagikan
Bupati Kabupaten Halmahera Selatan H. Usman Sidik (Foto : M.Tanggule/Infomalut.com)
banner 560

LABUHA – 15 Kepala Desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, terancam di penjara atas dugaan melakukan korupsi Dana Desa mencapai Miliaran rupiah.

Bupati Halsel, Usman Sidik yang di dampingi Kepala Inspektorat Saiful Turuy, Staf Khusus Bidang Hukum Rahim Yasin dan Sekretaris DPMD Fahris Hi Madan, saat menggelar Konferensi Pers di rungan rapat kantor Bupati, Senin (6/12/21) mengatakan Pemda akan memproses hukum 15 kepala desa hinga tuntas.

“Kita dalam waktu dekat ini bakal menyerahkan data temuan 15 kepala desa ke Kejaksaan dan Kepolisian untuk diproses hukum,” tutur Bupati Usman Sidik.

Bupati menegaskan, dirinya tak pandang bulu sebab korupsi merupakan musuh besar yang perlu di habisi, maka pihaknya akan mengawal kasus 15 kepala desa ini sampai tuntas.

“15 kepala desa ini sudah tanda tangan STKJM temuan LHP inspektorat sehingga tetap diproses hukum,” tegasnya.

Mantan Kontributor RCTI itu mengaku, sejak menjabat sebagai Bupati Halsel sudah menyelamatkan dana desa yang dikorupsi sebanyak Rp 2.2 Milyar dan Rp 1.6 Milyar anggaran sekretariat daerah.

Usman bilang, anggaran Milyaran itu dikembalikan oleh sejumlah kepala desa atas temuan Inspektorat, begitu juga anggaran sekretariat telah dikembalikan.

“Seluruhnya dikemabalikan ke kas daerah yakni Rp 2.2 Milyar dari para kades dan Rp 1.6 Milyar dari oknum pejabat di sekretariat,” ungkapnya

Sementara, Staf Khusus Bidang Hukum Bupati Halsel, Rahim Yasin, mengatakan saat ini sudah 4 kepala desa yang dilaporkan ke Kejari Halsel yakni kades Sali Kecil, Kades Laluin, Kades Koititi dan Kades Marabose, sisanya akan menyusul.

“4 kades ini sudah dilaporkan ke Kejari Halsel dan sementara sudah dilakukan puldata dan pulbasket atau tahap awal penyelidikan,” singkatnya. (*)

  • Bagikan