banner 560

Kinerja Panitia Tak Becus FTW Dipastikan Gagal

  • Bagikan
Kinerja Panitia Tak Becus FTW Dipastikan Gagal
Lokasi Festival Tanjung Waka FTW) di Desa Fatkayon Sulabesi Timur  Kabupaten Kepulauan Sula (Foto : Ano/InfoMalut.com)
banner 560

SULA – Festival Tanjung Waka (FTW) di Desa Fatkayon Sulabesi Timur  Kabupaten Kepulauan Sula, dipastikan gagal dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan FTW tinggal menghitung hari, namun hingga saat ini persiapan belum juga maksimal.

Sesuai jadwal, FTW bakal digelar 18 – 22 Desember 2021 mendatang. Namun penunjang sarana dan prasarana belum juga maksimal. Hal ini diakui Ketua Panitia FTW Syahjuan Fatgehipon saat di hubungi oleh media ini lewat pesan Wathasp.pada Sabtu kemarin (11/12/2020)

“Sarana dan prasarana belum maksimal, tapi panitia terus berupaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan FTW. Insya Allah bisa dimaksimalkan,” ujar Syahjuan

Amatan InfoMalut.com minggu (13/12/2020) akhir pekan terlihat jelas sejumlah fasilitas seperti Stand-tand di lokasi FTW belum juga rampung, jalan juga belum di aspal jaringan internet juga tidak ada, anehnya lagi warga yang suda lama berjualan di tempat itu mau di geser atau di pinda kan dari lokasi kegiatan.

Kata sala seorang penjual yang tidak mau namanya di publikasi, saat di temui media ini di lokasi festival Tanjung Waka saat ditemui InfoMalut.com.

Lokasi Festival Tanjung Waka (FTW) di Desa Fatkayon Sulabesi Timur  Kabupaten Kepulauan Sula (Foto : Ano/InfoMalut.com)

Lokasi tersebut juga masih belum di tata dengan rapi, banyak sampa yang belum di buang atau di bakar

Sekedar diketahui, anggaran pelaksanaan FTW itu di usulkan senilai Rp 5 miliar pada APBD Perubahan.

Selain itu mendapat kucuran anggaran dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif senilai Rp 200 juta, dan Rp 60 juta dari pemerintah Provinsi Maluku Utara

Kegiatan tersebut di pastikan batal.karna kenapa banyak stand yang belum selesai di kerjakan dan di duga kegiatan dengan anggaran milyaran  itu belum di kucurkan,

Stand stand yang sebagian suda ada ini itu hasil kerja dari Dinas  kecamatan dan bahkan dari Desa yang berpartisipasi membangun stand, dan ada pungutan dari pihak Pemda ke Desa Desa dan kecamatan,

Sementara itu, anggaran miliaran rupaiah dikemanakan,” Ungkap sala seorang ASN yang di temui di Kantor pada beberapa hari lalu. (*)

  • Bagikan