banner 560

Diduga Korupsi DD Ratusan Juta Masyarakat Desa Yaba Desak Copot Kades Jerry Golf

  • Bagikan
Diduga Korupsi DD Ratudan Juta Masyarakat Desa Yaba Desak Copot Kades Jerry Golf
Masa Aksi yang tergabung dalam Fornt Faduli Kampung Saat mendesak DPMD segera copot Kepala Desa Yaba Jerry Golf dari Jabatannya ( Foto : Istimewa Infomalut.com)
banner 560

HALSEL – Masyarakat Desa Yaba, Kecamatan Bacan Timur, mengepung Kantor Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halmahera Selatan (Halsel), Selasa (6/12/2022).

Warga mendesak agar kepala Desa segera dicopot dan menghadirkan karateker sebagai pengganti kepala desa yang dianggap tidak pro terhadap masyarakat.

Menurut warga, sejak dimekarkan pada tahun 2007 silam hingga akhir tahun 2022, Desa Yaba belum mengalami perubahan di berbagai aspek.

Harapan warga agar Desa Yaba menjadi lebih baik telah diamanatkan kepada sosok pengusaha yang meskipun secara kultural bukan suku Togale-Makayoa yang merupakan komunitas terbanyak di Desa Yaba melalui pemilihan kepala desa tiga tahun silam sia-sia belaka.

Namun harapan itu pupus dan tidak sesuai ekspektasi warga. Pasalnya sejak di pimpin oleh saudara Jerry Golf (Fuce) Desa Yaba seolah kembali ke jaman batu.

Tata kelola pemerintahan hingga pelayanan publik tampak kacau-balau. Padahal, Dana Desa setiap tahunnya mencapai miliaran rupiah, namun berbanding terbalik dengan kondisi desa saat ini.

Salah seorang warga saat menyampaikan orasinya mengatakan masyarakat Desa Yaba menduga keras adanya penyalahgunaan kewenangan dan tndak pidana korupsi. Hal ini dikuatkan dengan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2022 Tahap II dan Tahap III yang sampai akhir tahun 2022 belum dapat dicairkan dan tersalur ke desa.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi unjuk rasa Taslim Barakati kepada wartawan menyampaikan bahwa ada banyak penyimpangan yang terjadi terkait dengan pengelolaan dana di antaranya bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dalam ketentuannya harus disalurkan secara tunai namun oleh kepala desa Yaba disalurkan dalam bentuk sembako. Parahnya lagi
jumlah sembakonya tidak merata dari 3 Kg hingga 5 Kg.

Taslim menuding kepala desa mencari untung dari Bantuan Langsung Tunai . “Dana BLT dibuatkan dua unit tenda desa serta membeli peralatan dapur tanpa persetujuan penerima
BLT, alias diolah sendiri oleh Kepala Desa Yaba,” papar dia.

Menurut Taslim, hal tersebut baru ketahuan setelah diprotes warga (penerima) BLT, karena BLT yang harusnya disalurkan secara tunai, diduga ikut disunat dari seharusnya perbulan Rp. 300.000 penerima hanya menerima Rp. 210.000

“Kades Yaba diduga mengambil untung sepihak tanpa persetujuan penerima bantuan yang merupakan lansia dan janda. Bantuan yang seharusnya diterima Rp.5.000.000 oleh kades Yaba hanya disalurkan Rp. 2.500.000, dengan alasannya sisa untuk pembangunan jalan, padahal perbaikan jalan Yaba pekerjaannya merupakan pihak swasta,” ujar Taslim.

Bahkan terjadi penyalagunaan bantuan perumahan dari Dinas Perkim Halsel, pasalnya warga menerima bantuan dengan material yang tidak sama, sebagian warga hanya menerima besi, ada hanya menerima seng, sebagiannya menerima semen, dan sebagiannya lagi hanya menerima kayu. “Apes benar nasib warga”, tambahnya.

Kata dia kades juga diduga mendapat untung dari sewa kantor desa. Gudang kopra milik Jerry Golf disewa untuk dijadikan kantor desa, yang terindikasi mark up biaya sewa kantor desa kisaran Rp. 60 juta per tahun.

Pengelolaan PAUD desa Yaba yang dananya bersumber dari Dana Desa, terindikasi adanya perampokan DD melalui PAUD pasalnya lahan untuk gedung PAUD dibeli dengan harga fantastis total Rp. 80.000.000, untuk dua kapling padahal dalam NJO Yaba baru di kisaran Rp. 5.000.000 per kintal rumah dengan ukuran 15 x 25 Meter Persegi.

“Jadi Saat ini kepala desa telah menutup aktifitas pemerintahan desa yang berjalan sudah kurang lebih satu minggu tanpa ada pengumuman dan alasan yang jelas, ini sangat

menyulitkan warga dalam urusan administrasi desa dan penerangan (lampu ) desa sudah dipadamkan kepala desa kurang lebih seminggu sehingga aktifitas di malam hari mengalami kendala,” kata Taslim.

Atas berbagai problem di atas, masa aksi yang mengatasnamakan Forum Faduli Kampong (For-Peka) mendesak pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Halmahera Selatan untuk segera menonaktifkan Kepala Desa Yaba saudara Jerry Golf (Fuce) karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi selama menjabat.

Pendemo juga meminta kepala Inspektorat Halmahera Selatan untuk melakukan audit
menyeluruh terhadap dana Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara dari Tahun 2019 hingga 2021.

Selain itu massa aksi minta agar mengangkat Karateker sebagai Pejabat Kepala Desa Yaba dalam waktu singkat, guna menyelamatkan Dana Desa Yaba sekaligus dapat mejalankan roda pemerintah di desa dengan semestinya demi kelancaran pelayanan masyarakat.

Terpisah Kabid Pembangunan Kawasan Perdesaaan (PKP) DPMD Halsel Hardianto Umar saat melakukan tatap muka secara terbuka menyampaikan bakal menindaklanjuti tuntutan massa aksi.

“Jadi permintaan kalian soal gantikan karateker akan kami tindak lanjuti ke pimpinan dan progresnya kita menunggu dari kepala Dinas,” kata Hardianto. (*)

  • Bagikan