banner 560

Imam Mesjid Kubah Asrama Haji Pimpin Dzikir 1 Abad Nahdlatul Ulama

  • Bagikan
Ustad KH. Mu'min Arif, Imam masjid Kubah Asrama Haji transit Ternate saat memimpin Dzikir bersama memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama di sekretariat PW NU Maluku Utara./Ilo
banner 560

TERNATE, – Menyongsong 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Maluku Utara melaksanakan kegiatan dzikir bersama seluruh banom NU dan majelis Ta’lim di Sekretariat PW NU Maluku Utara, Kelurahan Kampung Pisang.

Dzikir malam ke lima dihadiri majelis Babulzannah Kelurahan BTN, Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan pembawa dzikir Ustad KH. Mu’min Arif, Imam masjid Kubah Asrama Haji transit Ternate, Senin (6/2/2023) malam.

Penanggung jawab kegiatan Gus Yahya Mahmud dalam sambutan pembukaannya mengatakan dalam 1 Abad NU, Masyarakat atau Warga NU dapat mengenal Amaliah Nahdlatul Ulama.

“Tentunya kita bersyukur semoga Masyarakat lebih mengenal NU dan menumbuhkan rasa cinta kepada Al-quran, mengasah jiwa dengan lantunan dzikir dan doa adalah sebagai bentuk ajaran Islam Ahlusunnah waljama’ah Annahdliyah,” ujarnya.

Gus Yahya juga berharap dalam 1 abad NU lahir generasi dalam menjaga dan merawat ajaran Islam Ahlusunnah Waljama’ah Annahdliyah (Aswaja Annahdliyah).

“Semoga generasi sekarang maupun generasi yang akan datang harus ditumbuhkan cintanya kepada Al-quran, berdzikir dan bershalawat kepada Nabi supaya masyarakat tidak jauh dari Nabinya dan lebih mengenal amalih-amaliah NU tentunya,” harapnya.

Sementara, Imam Masjid Kubah Asrama Haji KH. Mu’min Arif mengatakan kegiatan dzikir merupakan bentuk Ghirah (semangat) dalam ber-NU.

“Dzikir merupakan tradisi warga Nahdlatul Ulama yang sering dilakukan di berbagai kegiatan. Harapan kita kedepan di Abad ke-2 NU akan memasuki era kebangkitan, maka dari itu harus dipersiapkan seluruh komponen struktur jam’iyah Nahdlatul Ulama tidak hanya induknya namun juga pada level badan otonom dan lembaga. Semua harus berbenah untuk menuju abad kedua dan NU tetap konsisten dalam menjaga ajaran Islam Ahlusunnah Waljama’ah dan menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. (Red/tim)*

  • Bagikan