banner 560

Hadiri City Sanitation Summit XXI Tahun 2023 Ini Kata Bupati Usman Sidik

  • Bagikan
Hadiri City Sanitation Summit XXI Tahun 2023, Ini Kata Bupati Usman Sidik
Bupati Kabupaten Halmahera Selatan saat hadir pada City Sanitation Summit XXI (CSS) (Foto. Istimewa/Infomalut.com)
banner 560

BANDUNG – Bupati Halsel, Usman Sidik Hadiri kegiatan City Sanitation Summit XXI (CSS) yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung dan Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Dome Bale Rame, Gedung Budaya Soreang. Bandung Kamis (15/6/2023)

Pada pembukaan kegiatan CSS XXI ini, Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna selaku Tuan rumah dari kegiatan tersebut  menyampaikan  selamat datang dan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Para  Pejabat Pemerintah Pusat, Ketua dan Pengurus dan anggota AKKOPSI yaitu para Bupati dan Walikota seluruh Indonesia serta tamu undangan yang sempat hadir pada  ajang Tahunan ini.

“Saya ucapkan selamat datang dan Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati/Walikota seluruh Indonesia yang menjadi Anggota AKKOPSI, para pemangku kepentingan, termasuk para ahli, akademisi, organisasi non pemerintah, dan masyarakat umum yang peduli terhadap sanitasi. dan merupakan suatu kehormatan bagi kabupaten Bandung yang menjadi tuan rumah perhelatan yang sangat strategis untuk kepedulian terhadap sanitasi”

Terpisah Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik saat di wawancara menyampaikan, bahwa, Kegiatan City Sanitation Summit adalah ajang pertemuan selain tamu undangan lain,  juga para Bupati dan Walikota seluruh Indonesia yang terbentuk dalam wadah Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dengan tujuan untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan tentang upaya advokasi dan promosi keberhasilan, hambatan, permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam membangun sanitasi yang aman,”jelas Bupati Usman Sidik.

Bupati Usman sidik juga menjelaskan , sanitasi bisa berdampak negatif pada banyak aspek kehidupan masyarakat yaitu menurunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat, terjadi masalah diare dan Stunting pada balita, turunnya daya saing maupun citra Kabupaten/Kota dan juga penurunan perekonomian Kabupaten/Kota. (*)

 

  • Bagikan