HALSEL – Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Yaba Bacan Barat Utara Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara. Masni Ayub diduga kuat lakukan Praktik monopoli dana Bantuan Operasinal Kesehatan (BOK) sejak 2023 – 2025 untuk keutungan pribadi.
Dugaan praktik monopoli BOK untuk keutungan pribadi. Kapus Masni Ayub juga diduga manipulasi laporan pertanggung jawaban atas dana BOK, untuk melancarkan aksi korupsinya.
Hal itu disampaikan salah seorang pegawai Puskesmas memilih (Anonim) mengatakan “Kapus Masni diduga kuat monopoli dana BOK untuk melancarkan aksi Korupsinya, hal ini terlihat jelas atas semua kegiatan hanya melibatkan pegawai tertentu yang bisa diatur olehnya.
” Jabat Kapus Yaba tahun 2023-2025 ini tidak pernah mengadakan rapat pembahasan anggaran, bahkan pembagian dana BOK untuk pemegang program inti dilakukan secara diam-diam,” kata sumber
Sumber juga mengatakan, kegiatan pelayanan kesehatan dilakukan secara diam-diam tanpa melibatkan pegawai secara umum melainkan pemegang program jalankan kegiatan atas perintah Kapus dan hanya beberapa orang yang dilibatkan.
Ditegaskan, dana BOK Puskesmas Yaba satu tahun capai hingga Rp.1 miliar, namun dibungkam, sementara fasilitas Puskesmas rusak terbengkalai, bahkan mobil ambulance mogok enggan di perbaiki, kegiatan upaya kesehatan masyarakat (UKM) pin tidak jalan.
Diketahui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di kucurkan Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat tingkat Puskesmas, namun hal ini tidak berlaku di Puskesmas Yaba Bacan Barat Utara.
Kepala Puskesmas Bacan Barat Utara Masni Ayub, ketika di konfirmasi rabu 11/5 kemarin, Masni mengaku menjabat sebagai Kepala Puskesmas Yaba sejak bulan Oktober 2023 lalu, dan pada 2024 tidak ada masalah.
” sejak saya jabat sebagai Kapus Yaba saya tidak mengalami masalah dengan staf di Puskesmas karena saya selalu jujur dan terbuka terhadap staf dan kemudia 2025 tahap I dibayar sesuai dengan kegiatan per- empat bulan sekali dibayar sesuai kegiatan Puskesmas Kiling (Pusling),” jelas Masni.
Meski mengaku hanya melibatkan beberapa staf tertentu dalam kegiatan, namun tetap ngotot bahwa pelaksaan sudah sesuai tanpa ada masalah
“Memang ada staf yang saya tidak libatkan dalam kegiatan sehingga mereka tidak dapat bayaran melalui dana BOK, yang dibayar hanya yang masuk dalam SPM itu dibayar berdasarkan kehiatan bila giatannya bertambah maka pembayaran juga besar,” tutup Masni.






