HALSEL – Menanggapi keluhan warga pulau Obi atas lonjakan air PDAM di wilayah Obi, Direktur Utama (Dirut) Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan (Halsel) Soleman Bobote memberikan edukasi berupa konsultasi publik, Kamis 26/06/25, di Gedung Serbaguna Laiwui, Kecamatan Obi.
Kegiatan yang dipadati puluhan warga tersebut terlihat antusias mengikuti konsultasi publik yang digelar PDAM Halswl. Acara ini menjadi momen penting untuk merespons keluhan masyarakat seputar, lonjakan tagihan air dalam beberapa bulan terakhir.
Direktur PDAM Halsel, Soleman Bobote, hadir langsung bersama Camat Obi, Ali Lajaharia, perwakilan Polsek dan Koramil, kepala desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam dialog terbuka, warga dari berbagai desa menyampaikan keresahan mereka terhadap tarif air yang dianggap melonjak drastis tanpa sosialisasi memadai.
Kami masyarakat Obi sangat bersukur dan sangat senang karena Bapak Dirut bisa jadi hadir di tengah-tengah masyarakat Obi dengan tujuan mensosialisasikan Tarif Air bersih yang selama ini kami tunggu.
Seorang warga Desa Buton ibu mida mengungkapkan, kami dalam rumah 4 orang tapi setiap pembayaran ratusan ribu.
“Tagihan kami biasanya Rp50.000–Rp70.000, kini bisa tembus Rp130.000-Rp lebih. Kami tidak paham dasar kenaikannya.”Ujar mida Kamis (26/6).
Menanggapi hal tersebut, Soleman menjelaskan bahwa tarif air di wilayah Halmahera Selatan terakhir mengalami kenaikan pada tahun 2022, setelah lama tidak ada perubahan sejak tahun 2006. Ia menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini merupakan kewajiban berdasarkan SK, Peraturan Daerah Nomor 186 Tahun 2022 tentang tarif dan kenaikan biaya operasional PDAM yang tak terhindarkan.
Soleman juga menjelaskan ke masyarakat Obi bahwa, sebenarnya di Propinsi Maluku Utara dari 10 Kabupaten Kota, Halmahera selatan termasuk Tarif yang paling terendah soal Tarif PDAM, dan saya sebagai Direktur PDAM Halsel akan pertahankan ini dan sesuai dengan pemakaian dan kebutuhan warga, itu suda menjadi tanggung jawab saya dan akan saya bijaki selama Masi ada keluhan Warga Obi dalam bentuk apapun.
“PDAM bukan entitas komersial, kami hadir untuk melayani. Penyesuaian tarif ini perlu agar layanan tetap berkelanjutan. Namun, kami akui sosialisasi kurang maksimal dan menjadi evaluasi kami ke depan,” ujar Soleman Kamis (26/6).
Lebih jauh, Soleman memperkenalkan penerapan PASS Sistem, sebuah inovasi digital yang memudahkan pelanggan dalam memantau penggunaan air dan pembayaran tagihan secara transparan.
“Melalui PASS Sistem, pelanggan bisa langsung melihat rincian pemakaian air mereka secara real time, sehingga bisa menghindari kebingungan terkait tagihan,” jelasnya.
Camat Obi, Ali Lajaharia, menyambut positif kehadiran PDAM dan dialog langsung dengan masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya komunikasi dua arah agar ketegangan akibat kebijakan tarif bisa diminimalisasi.
“Saya berharap ke depan setiap perubahan tarif atau kebijakan lain disosialisasikan secara menyeluruh. PDAM juga harus lebih proaktif mendekati masyarakat, jangan menunggu keluhan datang,” tegas Ali.
Soleman menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan, memperkuat unit lapangan, dan membuka ruang komunikasi yang lebih luas. Ia mengungkapkan rencana PDAM untuk melakukan sosialisasi berkala dan memperbaiki sistem pembacaan meter air, yang selama ini menjadi sumber ketidakjelasan tagihan.
“Banyak lonjakan tagihan karena baru terpasangnya meteran di beberapa pelanggan. Mulai bulan depan, kami pastikan pembacaan dilakukan langsung dan akurat. Petugas juga akan dilatih agar lebih profesional,” tuturnya.
Dia sangat berterimah kasih kepada para Camat, Kepolisian, TNI, Kepala Desa, BPD, tokoh Agama Toko masyarakat dan warga Obi pada umumnya, karena suda berpartisipasi dalam pertemuan Sosialisasi pada kesempatan hari ini, meskipun tidak semua hadir,” Tutup Soleman.






