banner 728x250
Halsel  

Kolaborasi Warga dan Insan Harita Nickel Bersama TNI  Gelar Aksi Bersih Pantai Angkut 3,2 Ton Sampah di Kawasi

Kegiatan bersih-bersih pantai kolaborasi warga Desa Kawasi dan Insan Harita, dibantu personil TNI dan Polri. (Dokumentasi: istimewa)

HALSEL – Di pesisir pantai Desa Kawasi, Pulau Obi, langkah ini terus berlanjut. Warga bersama karyawan Harita Nickel, serta unsur TNI dan Polri membersihkan garis pantai sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam kelestarian ekosistem laut. Sekitar 3,2 ton sampah dalam waktu singkat berhasil terkumpul dan. dibawa ke fasilitas pengelolaan untuk diproses lebih lanjut di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

Kegiatan ini dilanjutkan dengan edukasi pengelolaan sampah. “Botol plastik bisa bertahan hingga ratusan tahun, sementara beberapa jenis limbah seperti styrofoam tidak mudah terurai. Jika masuk ke laut, dampaknya akan kembali ke manusia, termasuk masyarakat pesisir,” jelas Kevin, fasilitator kegiatan dari Harita Nickel, kepada para peserta.

Pendekatan kegiatan juga dibuat partisipatif. Peserta dibagi dalam kelompok dan mengikuti berbagai tantangan sederhana, seperti pengumpulan sampah terbanyak, kategori sampah terunik, hingga kelompok paling kompak. Hal ini mendorong keterlibatan masyarakat,  termasuk kelompok ibu-ibu desa Kawasi yang tampak paling antusias.

“Melalui kegiatan ini, kami jadi lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan pantai. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujar salah satu warga.

Warga Desa Kawasi dan Insan Harita, dibantu personel TNI dan Polri, menyusuri garis pantai untuk memulihkan keasrian ruang hidup dengan kegiatan bersih-bersih yang memuat 3,2 ton sampah. (Dokumentasi: istimewa)

Head of Technical Support Harita Nickel, Dian Kristiyanto, menekankan pentingnya menjaga ekosistem pesisir secara konsisten. “Pesisir dan laut merupakan bagian penting dari ekosistem sekaligus sumber penghidupan masyarakat. Karena itu, penjagaannya perlu dilakukan secara konsisten dan kolaboratif. Kami rutin selenggarakan kegiatan ini bersama masyarakat,” ujarnya.

Dua konteks ini menunjukkan pola yang sama. Keberlanjutan terbentuk dari kombinasi kesadaran, tindakan, kolaborasi, dan pengulangan. Seperti dicatat oleh Ian Scoones, seorang peneliti senior di Institute of Development Studies, keberlanjutan menjadi titik temu berbagai aktor dan bekerja lebih efektif ketika diterjemahkan dalam konteks lokal.

Dari sini, makna keberlanjutan menjadi jelas. Bukan soal satu jam, tetapi kebiasaan yang terus berjalan. Dari Ternate hingga Kawasi, keberlanjutan lingkungan kita adalah kerja bersama yang dilakukan secara nyata dan konsisten.

banner 728x250 banner 728x250
banner 728x250